Jumat, 02 Januari 2015

IMMB Bengkulu Belajar Adat Melayu ke LAM Riau

PEKANBARU- Sejumlah tokoh Melayu dari Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Provinsi Bengkulu yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Melayu Bengkulu Tengah (IMMB) melakukan studi banding ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau), Selasa (30/12/2014).“Dalam surat, kami menyebutnya melakukan studi banding, tetapi sebenarnya kami ingin belajar mengenai adat dan budaya Melayu dari pengurus LAM Riau,” kata Ketua IMMB Kabupaten Benteng Bengkulu yang juga sekaligus sebagai pimpinan rombongan Chairul Asikin, B.Sc, saat melakukan diskusi dengan sejumlah pengurus LAM Riau, di Balai Adat Melayu Riau, Selasa (30-12-2014).
Chairul Asikin yang berkunjung ke LAM Riau bersama lima pengurus IMMB lainnya antara lain Penasehat IMMB Zulkarnaini Burhan, H. Rasyid Ibrahim, SH, Wakil Ketua IMMB H Rasyid Ibrahim, SH ini diterima oleh pengurus LAM Riau antara lain Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau H Tenas Effendy, Ketua Umum Dewan Pimpina Harian LAM Riau Al Azhar, Ketua DPH H Tengku Lukman Jaafar, Ketua MKA HR Marjohan Yusuf, Sekretaris DPH M Nasir Penyalai dan pengurus LAM Riau lainnya
Ketua Umum DPH LAM Riau Al Azhar pada kesempatan tersebut antara lain memaparkan mengenai adat dan budaya Melayu Riau yang bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya di Provinsi Riau. “LAM Riau dalam hal ini mengkoordinasikan adanya variasi-variasi itu,” kata Al Azhar.
Al Azhar juga mengemukakan sejumlah persoalan yang dihadapi LAM Riau terutama yang berkaitan dengan adat dan budaya secara menyeluruh. “Jika dalam arti sempit seperti seni, sastra sementara kebudayaan dalam arti luas termasuk soal politik,” kata Al Azhar.
Dia mengatakan walaupun LAM Riau bukan organisasi politik maka para datuk-datuk bisa saja bicara soal politik terutama jika politik bergerak ke arah yang tidak menguntungkan bagi adat dan budaya Melayu.
Pada kesempatan tersebut pria yang akrab dipanggil Al ini memaparkan mengenai organisasi LAM Riau yang berdiri sejak 44 tahun silam tepatnya pada 6 Juni 2014 dimana wadah yang menjadi tempat berhimpun para tokoh adat dan tokoh masyarakat Melayu ini memiliki 16 bidang mengingat luasnya permasalahan yang harus digarap.
Al mengatakan LAM Riau saat ini tengah memperjuangkan penbentukan desa adat. Selama ini Riau ini menjadi tujuan transmigrasi di Sumatera setelah Lampung.
Selain itu, Riau juga paling atraktif bagi investasi terutama di bidang kehutanan dan perkebunan. Kondisi ini mendorong terjadinya migrasi penduduk ke Riau.
Dia mengatakan jika pada tahun 2000, jumlah penduduk Riau termasuk Provinsi Kepri sebanyak sekitar 3 juta jiwa. Jumlah tersebut meningkat tiga kali lipat pada saat ini  menjadi 6 juta di luar Kepri. “Pertambahan ini bukan karena angka kelahiran, melainkan karena migrasi,” kata Al.
Al juga mengatakan hampir semua etnis di Nusantara ada di Riau. Saat ini setidaknya ada 36 kelompok etnis di Riau. “ Di Riau ada dua perusahaan pulp and paper besar yaitu PT RAPP dan PT IKPP, serta perusahaan perkebunan PT PN V, dan perusahaan lainnya yang menguasai sekitar 68% lahan perkebunan sawit di Riau,” kata Al Azhar.
Ketua IMMB Kabupaten Benteng, Bengkulu Chairul Asikin, B.Sc mengatakan tujuan mereka datang ke LAM Riau untuk belajar mengenai adat dan budaya Melayu.
Pada kesempatan tersebut Chairul memaparkan mengenai adat istiadat serta sejarah Melayu di Bengkulu khususnya mengenai Melayu di Bengkulu Tengah, Bengkulu.
Penasehat IMMB Zulkarnaini Burhan mengatakan dirinya pernah datang ke Riau diutus Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu menghadiri Musyawarah Majelis/Lembaga Adat Rumpun Melayu Se-Sumatera pada tahun 2006.
“Kami sengaja datang ke sini karena kami ingin masyarakat Melayu Bengkulu bisa membangkit batang terendam, mencari barang yang hilang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut para pengurus IMMB Kabupaten Benteng, Bengkulu menanyakan berbagai hal mengenai adat dan budaya Melayu seperti tentang pemberian gelar, tanah ulayat, struktur LAM Riau, pakaian Melayu, dan jati diri Melayu. Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan jelas oleh Ketua Umum MKA LAM Riau H Tenas Effendy dan Ketua DPH LAM Riau Al Azar, dan pengurus LAM Riau lainnya. (*)