Pintar Berbalas Pantun
Oleh: Mosthamir Thalib
ACUAN DASAR
I. PANTUN
1. Pantun Melayu
Hampir semua wilayah di nusantara ini mempunya seni budaya pantun. Begitu juga dengan Melayu di Riau. Pantun merupakan warisan sastra lama. Seni ini termasuk dalam kelompok puisi yang dikenal dengan puisi lama.
Puisi lama ini terdiri dari mantra, syair, pantun, dan puisi. Khusus pantun terdiri pula beberapa jenis bila dilihat dari segi bentuk dan isi.
Dari segi bentuk ada pantun terdiri dari empat baris dalam satu bait, sebagaimana pantun yang umum kita kenal, yang banyak diperdengarkan atau ditampilkan orang.
Dua baris pertama merupakan sampirannya, dua baris berikutnya merupakan isi atau kandungan maksud dari sebuah pantun.
Ada juga pantun kilat, yaitu terdiri dari dua baris saja. Baris pertama merupakan sampirannya. Baris kedua ini merupakan isi atau kandungan maksudnya. Pantun seperti ini sekarang kita lihat selalu ditampilkan dalam Film Upin dan Ipin.
Contohnya:
Dua tiga kucing berlari
Memang hebat si Jarjit ini.
2. Sifat dan Ciri-ciri Pantun
Sifat paling mendasar dari sebuah pantun terdiri dari sampiran dan isi kandungan maksud yang disampaikannya. Sampiran merupakan sebuah kalimat terdiri dari empat sampai lima atau enam kata. Huruf terakhir dari kata terakhir dari baris sampiran sama bunyinya dengan huruf terakhir dari kata terakhir dari baris isinya. Bunyi yang sama tersebut terasa berpasangan-pasangan.Baris pertama berpasangan bunyi dengan baris ketiga. Baris kedua berpasangan bunyi dengan baris keempat.
Pantun singkat yang terdiri dari dua baris, bunyi huruf akhir dari kata akhir sampiran sama dengan bunyi huruf akhir dari kata akhir isi atau kandungan isi. Kalau pantun biasa yang terdiri dari empat baris, bunyi huruf terakhir dari kata terkahir pada baris pertama berpasangan atau sama bunyinya dengan huruf terakhir pada kata terakhir baris ketiga. Baris kedua sama bunyinya atau berpasangan dengan baris keempat.***
| Foto Pantun Melayu Sumber: tengkudennymuharpan.blogspot.com |



