Rabu, 02 Mei 2012

Dansa Tak Layak untuk PON di Riau

Pekanbaru - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau meminta Ketum KONI Tono Suratman untuk menghormati tatanan adat masyarakat melayu Riau dengan tidak memaksakan dansa di PON XVIII.

"Jika Tono tetap memaksakan kehendaknya, ya silakan, tapi laksanakan cabang olahraga (cabor) dansa itu di luar Riau. Apapun alasannya, kita masyarakat Melayu yang identik dengan Islam menolak cabor yang pamer aurat itu," tegas Ketua Harian LAM Riau, Al Azhar, dalam perbincangan dengan detiksport, Jumat (30/3/2012), di Pekanbaru.

"Pada hakikatnya kita keberatan dan jelas menolak. Bukankah presdiden juga pernah menginstruksikan bahwa cabor di PON harus sesuai dengan kebudayaan daerah tempat penyelenggaraan PON," lanjut dia.

Sikap LAM Riau menolak dansa di PON mendatang ini juga mendapat dukungan dari anggota DPR RI asal Riau, Wan Abu Bakar. Mantan Wakil Gubernur Riau itu mendorong LAM Riau dan masyarakat serta kaum intelektual untuk serius menolak penambahan cabang olahraga tersebut.

"Kalau dansa dipertandingkan di PON kita sepakat ditolak, karena bertolak belakang dan bertentangan dengan marwah Riau. Kita dukung untuk ditolak," kata anggota komisi IV DPR RI dari Fraksi PPP itu.( a2s / roz )

Sumber: Sport Detik.Com