Pekanbaru, 21-24 Desember 2014
Tuah Sakti Hamba Negeri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang Berganti, Tak Melayu Hilang di Bumi
Balai Adat Melayu Riau, di Jalan Diponegoro No. 39 Pekanbaru, Riau, Indonesia.
Ketua Umum DPH LAM Riau Al Azhar bersama penerima Anugerah Budaya DMDI lainnya, di Hotel Hatten, Melaka, 23 Oktober 2014.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adyaksa Dault saat berkunjung ke LAM Riau, Kamis, 8 Mei 2014
Ketua Umum LAM Riau H Tenas Effendy memberikan cendera mata kepada Ketua DPRD Kepri Ir. H. Nur Syafriadi, M.Si saat berkunjung ke LAM Riau, 28 April-2014
Ketua Umum MKA LAM Riau H Tenas Effendy sebagai pembicara utama pada Conference on Islamic Business, Art Culture and Communication (ICIBACC 2014), Melaka, 26 Agus 2014.

Jumat, 07 September 2012

LAMR: Sambut Tamu dengan Muka Yang Jernih

PEKANBARU: Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 di Provinsi Riau perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai momen yang tepat untuk memperkenalkan adat dan budaya Melayu Riau.

“Sebagai penduduk Riau negeri Melayu ini, kami berharap kepada masyarakat untuk menerima tamu yang datang dengan muka yang jernih dan hati yang lapang dengan menunjukkan sikap Melayu yang penuh dengan rasa persaudaraan,” kata Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) H Tenas Effendy di Balai Adat Melayu Riau, Jumat (7/9).

Tenas yang didampingi Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Al Azhar, Sekretaris LAMR M Nasir Penyalai, dan Humas LAMR Zul Azhar juga berharap agar masyarakat Riau meningkatkan persatuan dan melupakan masalah yang terjadi selama ini dengan berkonsentrasi untuk menyukseskan perhelatan akbar di Bumi Melayu ini.

“Mudah-mudahan dengan adanya PON ini bisa diambil hikmahnya menyatukan kita kembali,” ujar Tenas.

Menurut Tenas, keamanan dan ketertiban hendaklah bisa dijaga karena bagaimanapun juga, di samping atlet-atlet peserta PON XVIII juga banyak tamu-tamu lainnya.

“Bagaimana ketika mereka datang, mereka memiliki kesan yang positif dan baik di Riau ini,” kata Tenas.

Tenas melihat sampai sejauh ini ‘demam’ PON XVIII masih tidak tanpak dalam masyarakat Riau. Adalah suatu hal yang aneh jika PON XVIII yang diadakan di Riau tetapi tidak disosialisasikan ke bawah sehingga masyarakat seakan-akan tidak tahu dan seakan-akan tidak merasa terlibat dalam pelaksanaan PON XVIII ini.

“Rasa ini yang perlu ditingkatkan, bagaimana kita dapat merayakan PON ini dengan kegembiraan dan kebersamaan sesuai dengan kemampuan kita, libatkan masyarakat dan beri peluang kepada masyarakat kita,” ujar Tenas.

Tenas mengatakan meskipun pembukaan PON XVIII dalam beberapa hari saja lagi, tidak ada kata telat untuk berbuat dan masyarakat bisa menyadari bahwa pelaksanaan PON XVIII di Provinsi Riau ini bermanfaat bagi mereka.

Apalagi komunikasi sudah cukup lancar, untuk itu bisa saja melalui bupati, walikota, camat, lurah, kepala desa, sampai ke RT mensosialisasikan mengenai PON XVIII ini kepada masyarakat.

“Silakan masyarakat, toko-toko, kantor-kantor memasang umbul-umbul, sepanduk, baliho untuk memeriahkan pelaksanan PON XVII ini, “ kata Tenas.

Pada kesempatan tersebut, LAMR juga mengimbau kepada paguyuban etnis yang ada di Riau untuk menyambut kehadiran kontingen provinsi dimana mereka berasal yang tiba di Provinsi Riau.

Hal ini bertujuan selain untuk menyemarakkan PON XVIII ini juga secara tidak langsung melibatkan berbagai komponen masyarakat Riau untuk menyukseskan  perhelatan akbar ini. (*)