Rabu, 09 Mei 2012

Wagubri Buka Mubes III JKOMR

PEKANBARU: Musyawarah Besar (Mubes) III Jaringan Komunikasi Organisasi Melayu Riau (JKOMR) dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Riau R. Mambang Mit, di Balai Adat Melayu Riau, Rabu (9/5). Hadir pada Mubes III JKOMR yang mengambil tema Melalui Persebatian Jaringan Komunikasi Organisasi Melayu Riau Mari Kita Tingkatkan Potensi Generasi Muda Melayu Menuju Visi Riau 2020 tersebut Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) H. Tenas Effendy, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Al Azhar, Ketua DPH Tengku Lukman Jaafar, para pimpinan organisasi Melayu di Riau, dan para jemputan lainnya.

Wakil Gubernur Riau Mambang Mit dalam sambutannya antara lain memaparkan mengenai tingginya angka pertumbuhan penduduk Riau yang mencapai angka 4% per tahun melebih angka pertumbuhan penduduk nasional yang hanya 2% saja. Tingginya angka pertumbuhan penduduk di Riau ini bukan disebabkan tingginya angka kelahiran di Riau melainkan tingginya angka migrasi ke Bumi Melayu ini.

“Migrasi tersebut akan terus berlangsung seiring dengan pertumbuhan ekonomi Riau yang bagus,” kata Mambang. Dia mengatakan apa yang harus dilakukan orang Melayu Riau adalah bagaimana bisa mengambil posisi di tengah semakin ketatnya persaingan itu.

“Kita melihatnya secara konprehensif, jika orang lain bisa [sukses], mengapa kita tak bias,” kata Mambang. Mambang mengatakan jumlah orang Melayu yang bisa berbicara [sukses] sedikit, begitu juga di bidang dunia usaha, orang Riau tertinggal.

“Ibarat kita yang punya lapangan namun orang lain yang bermain dan berlatih sementara kita hanya menjadi penonton,” ujarnya. Kondisi ini, menurut Mambang, tidak bias hanya diserahkan kepada pemerintah semata melainnkan harus dipikirkan secara bersama-sama karena tak seorangpun lebih pintar dan lebih bijak dari orang lain.

“Semua itu membutuhkan kebersamaan, lemahnya kita karena kurangnya rasa kebersamaan diantara kita,” ujar Mambang. Pria asal Indragiri Hulu yang disebut-sebut merupakan sebagai kandidat Gubernur Riau ini mengatakan dirinya secara pribadi maupun atas nama Pemprov Riau menyambut baiknya hadirnya JKOMR. “Kita masih punya kesempatan untuk meraih kemajuan itu,” ujarnya.

Mambang mengatakan sesuai dengan Visi Riau 2020 yaitu upaya mewujudkan Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu Dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis di Asia Tenggara pada Tahun 2020 merupakan isyarat untuk tetap menjaga eksistensi Riau di Asia Tenggara.

“Kita jangan terlalu banyak berbicara soal perbedaan dan sesuatu yang bvelum kita capai. Yang penting bagaimana meningkatkan komunikasi diantara kita,” ujarnya.



Sementara itu Ketua Umum LAMR H Tenas Effendy mengatakan kearifan orang Melayu dengan bersikap santun dan baik kepada puak lain adakalanya disalahgunakan. Ungkapan dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung yang seharusnya dilakukan para pendatang di Riau, berubah menjadi dimana bumi dipijak di situ tanah dikavling.

Tenas mengingatkan ungkapan Melayu yang mengatakan buat baik berpada-pada, berbuat jahat jangan sekali. Dia khawatir jika orang Melayu tertekan akan menimbulkan amuk Melayu. Dia mengingatkan bahwa dalam pandangan orang Melayu, generasi muda bagaikan bintang di langit yang tinggi. “Untuk menjadi bintang di langit, generasi muda Melayu harus memiliki asas budaya Melayu itu,” kata Tenas. (Zul Azhar)