Selasa, 23 Desember 2014

Musker LAM Riau Resmi Ditutup

Ketua Umum MKA LAM Riau H Tenas Effendy dan sejumlah pengurus LAM Riau berfoto bersama utusan LAM Riau Kabupaten/Kota usai acara penutupan Musker LAM Riau 2014, Selasa, 23/12/2014.
Setiusaha Parlemen Kanan Kementrian Pendidikan dan Tenaga Manusia Singapura Encik Hawazi Daipi. Hawazi menyerahkan cendera mata kepada Ketua Umum DPH LAM Riau Al Azhar.
PEKANBARU: Musyawarah Kerja (Musker) Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) tahun 2014 yang dilaksanakan sejak Senin (22/12) akhirnya ditutup secara resmi oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau H Tenas Effendy, Selasa sore (23/12/2014).
Kegiatan ini semula diperkirakan ditutup Rabu (24/12/2014), namun karena semua sidang-sidang mulai dari sidang pleno dan komisi berjalan lancar, Musker dapat diselesaikan lebih awal.
Ketua Umum MKA LAM Riau H Tenas Effendy dalam sambutan penutupannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Musker LAM Riau yang telah mengikuti dan mencurahkan pemikiran selama Musker. “Semoga apa yang menjadi keputusan kita bersama selama Musker ini dapat kita wujudkan,” kata Tenas.
Sejumlah pokok pikiran menjadi bahasan pada Musker LAM Riau kali ini mulai dari penetapan dan pembentukan desa adat, mengenai penataan dan pembinaan kesatuan hukum adat dan hak-hak tradisional masyarakat adat.
Selain itu mengenai isu strategis menyangkut ideologi, politik, sosial, dan budaya (ipoleksosbud), kriminalitas, penyakit masyarakat, narkoba, sinkronisasi program kerja LAM Riau provinsi dan kabupaten/kota, dan eksistensi pemberdayaan LAM Riau dan kabupaten/kota.
Musker juga membahas mengenai muatan lokal budaya Melayu, langkah-langkah dalam memacu perwujudkan Visi Riau 2020. Selain itu perancangan dan penetapan pemberian gelar adat juga menjadi hal yang menjadi keputusan Musker.
Sebelumnya pada pagi hari, peserta Musker LAM Riau mendapat kesempatan beramah tamah dengan Setiusaha [Sekretaris] Parlemen Kanan Kementrian Pendidikan dan Tenaga Manusia Singapura Encik Hawazi Daipi. Hawazi juga mendapat kesempatan menyampaikan sejumlah pemikirannya mengenai Melayu serta menyaksikan Bengkel Syair yang merupakan pertemuan para pakar yang membahas mengenai seluk-beluk syair.
Kegiatan Bengkel Syair yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan selama Musker Lam Riau ini diikuti sekitar 20 peserta antara lain Prof. Madya Dr. Indirawati Zahid dan Prof. Madya Dr. Muhammad Nasir Hasyim dari Universiti Malaya, disamping H Tenas Effendy dan Al Azhar. (*)