“Musker juga akan
membuat sejumlah rekomendasi yang berkaitan dengan adat dan isyu-isyu penting
di Provinsi saat ini,” kata Ketua Umum
Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Al Azhar dalam siaran persnya kepada media
massa, Ahad (21/12).
Menurut Al Azhar, Musker
LAM Riau yang mengambil tema Meningkatkan
Peran LAM Riau dalam Mewujudkan Pencapaian Visi Riau 2020 ini nantinya akan
diikuti 133 peserta yang berasal dari pengurus Majelis Kerapatan Adat (MKA),
Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Provinsi, LAM Riau kabupaten/kota
se-Provinsi Riau, serta para peninjau.
Al Azhar mengatakan Musker
LAM Riau 2014 ini menurut rencana akan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas
Gubernur Riau Ir. H Arsyadjuliandi Rachman, MBA
“Pada kesempatan
tersebut, Plt. Gubernur Riau juga akan meresmikan laman web Perpustakaan LAM Riau,” kata kata Al Azhar.
Bersempena Musker
LAM Riau 2014 ini juga akan dilaksanakan Bincang Budaya dengan menghadirkan
narasumber dari negara jiran Malaysia dan dari Riau sendiri, Pameran Buku, dan
Bengkel Syair.
Bincang Budaya ini akan
dilaksanakan Senin siang (22/12), usai acara pembukaan dengan menghadirkan sejumlah
narasumber yaitu Ketua Pengarah Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia yang juga
Profesor Kehormat Beijing Foreign Studies University Datuk Dr. Awang bin
Sariyan, Prof. Dr. Datuk Latif Abubakar, Prof. Madya Datuk Dr. Zainal Abidin
Burhan dari Yayasan Karyawan Malaysia yang juga penerima Anugerah Budaya Dunia
Melayu Dunia Islam (DMDI) 2014 dan Anugerah Sagang kategori Budayawan Serantau
2014, serta Drs. H. Taufik Ikram Jamil
dari Riau.
Sedangkan kegiatan
Bengkel Syair merupakan pertemuan para pakar yang akan membahas mengenai
seluk-beluk syair dalam upaya melahirkan adanya buku panduan syair akan diikuti
oleh 20 peserta antara lain Prof. Madya Dr. Indirawati Zahid dan Prof. Madya Dr.
Muhammad Nasir Hasyim dari Universiti Malaya, disamping H Tenas Effendy dan Al
Azhar. (r)



