LAM Riau genap berusia 42 tahun. Dalam sambutannya, Gubri M Rusli Zainal mengharapkan daerahnya jadi pusat Budaya Melayu Asia Tenggara.
Riauterkini-PEKANBARU- Sempena hari jadi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ke 42 tahun, diharapkan akan lebih baik lagi. Dalam rangka mewujudkan apa yang menjadi komitmen Riau sebagai pusat budaya Melayu di Asia Tenggara dan pusat Ekonomi sesuai dengan visi dan misi Riau 2020.
" LAM diusianya yang keempat puluh dua tahun, tentunya diharapkan akan lebih baik lagi dalam rangka mewujudkan apa yang menjadi komitmenn Riau, yaitu menjadikan Riau menjadi pusat budaya Melayu di Asia Tenggara. Sesuai visi dan misi Riau 2020," katanya.
Gubernur Riau, HM Rusli Zainal mengatakan, adat Melayu Riau yang hakiki tidak boleh terkikir oleh masa dan moderenisasi dengan masuknya budaya baru. Tapi justru budaya Melayu harus dipupuk dan terus dikembangkan selama dunia ini masih ada dan terus menyesuaikan dengan mengambil nilai-nilai positif dari budaya yang masuk.
"Adat Melayu yang hakiki tidak boleh terkikis dari Bumi oleh masa dan budaya luar yang masuk, tapi justru kita pupuk dan kembangkat selama dunia ini masih ada. Dengan mengambil nilai positif dari budaya yang masuk, agar budaya Melayu tetap eksis" ujar Gubri.
Adat budaya Melayu sebagai wujud dan cerminan Bangsa Melayu, kata HM Rusli Zainal harus memegang teguh titah budaya Melayu itu sendiri dan degan kepercayaan diri yang kokoh dan tinggi.
"Ditengah arus peruban yang begitu deras, kita harus bisa mengembangkan sistem budaya Melayu yang besar dan landasan bagi budaya lainnya. Dengan penuh kepercayaan diri yang kokoh," ungkapnya.
. Sementara itu ketua LAM Riau, Al Azhar mengatakan, sepanjang usianya yang keempat puluh dua tahun baru kali ini LAM dirayakan secara formal. Diharapkan dengan bertambahnya usia. LAM tetap budaya Melayu yang eksis dan dinamis mengikuti perkembangan ditengah jaman dan arus budaya yang kuat.
"LAM ini kita bentuk dengan tujuan untuk menjaga eksistensi adat dan budaya Melayu yang dinamis. Patah tumbuh hilang berganti, dan anggotanya pada umumnya adalah orang-orang terpilih dari PNS, Seniman dan pengusaha yang hampir semuanya hidup dalam perkotaan," kata ketua LAM Riau ini.
Al Azhar juga mengatakan, dihari jadi LAM yang keempat puluh dua ini, minta agar ini dijadikan moment khusus. Apalagi ini pertama kali secara formal hari jadi LAM Riau dirayakan. "Dan ini adalah momentum kita untuk LAM ke depan lebih baik lagi," sebutnya.***(jor)
Sumber :
http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=47739
LAM Riau Bertekad Jaga Kelestarian Budaya Melayu di Riau
Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau bertekad akan menjaga kelestarian budaya melayu di Riau. Untuk itu diperlukan kepedulian semua pihak.“Kelestarian budaya melayu adalah tanggung jawab kita sebagai masyarakat Riau,” ujar Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR H Tenas Effendy saat acara HUT ke 42 LAM Riau di Balai Adat Melayu Riau, Rabu (6/6/2012).
Menurut Tenas, budaya Melayu juga jadi perekat hubungan antar etnis dan golongan yang ada di Riau. Dan jadi komitmen LAM Riau bersama Pemerintah daerah di Riau untuk menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggaran sesuai dengan misi dan visi Riau 2020.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Riau HM Rusli Zainal juga mengatakan, LAM Riau punya peran strategis yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang tertuang dalam Perda Riau tentang LAM.
“Komitmen kita bersama untuk menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggaran sesuai dengan misi dan visi Riau 2020. LAM punya peran strategis yang diharapkan bisa memberikan warna baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang tertuang dalam Perda Riau tentang LAM," katanya.
Gubri mengungkapkan, adat budaya Melayu sebagai jati diri bangsa Melayu untuk menjaga harkat dan martabat dan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya dengan memengang teguh titah yang ada pada budaya Melayu itu sendiri. Lanjut HM Rusli Zainal, dengan keberadaan adat Melayu dan adat lainya yang ada di Riau akan merupakah harmonisasi yang harus dijaga bersama karena perbedaan itu adalah berkah.
"Adat Melayu tidak boleh terkikis dari bumi ini dan justru diperihara selama peradapan dunia belum berakhir. Dan upaya serta langkah-langkah penting yang harus kita lakukan dalam memelihara adat budaya Melayu, bagaimana kita memfilter budaya-budaya asing yang masuk. Untuk itulah peran LAM Riau sangat penting untuk kita dalam junjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu," terang Gubri.
Tampak hadir pada acara tersebut, Ketua DPRD Riau, Djohar Firdaus, unsur Muspida Riau serta sejumlah tokoh masyarakat di Riau. (*)
Sumber :
http://riaubisnis.com/index.php/cosmo-news/cosmo-news/51-cosmo/5064-ultah-ke-42-lam-bertekad-jaga-kelestarian-budaya-melayu-di-riau



